🥏 Berikut Ini Adalah Macam Macam Nikmat Allah Kecuali

Secaraterminologi, akhlak adalah tingkah laku yang didorong oleh suatu keinginan secara mendasar untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Menurut Imam Al Ghazali, akhlak adalah tingkah laku yang melekat pada diri seseorang dan memicu perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Ada beberapa macam akhlak dalam Islam yang Artinya " Sesungguhnya Allah itu Karim ( Maha Dermawan),lagi mencintai sifat dermawan dan mencintai akhlak-akhlak yang mulia, dan Allah membenci perkara-perkara yang hina. (Hasan, HR: Hakim dalam Mustadrok:152) DI ANTARA BENTUK AKHLAK BURUK YAITU: 1. SOMBONG. Sombong merupakan sifat yang di benci oleh syariat, fitrah dan akal. Kufurnikmat berarti mengingkari atau tidak mau mengakui nikmat yang telah Allah berikan serta tidak mengakui bahwa Allah-lah yang memberikan nikmat tersebut dan merupakan satu-satunya Sang Pemberi Nikmat. "Artinya : Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari dan kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir" [An-Nahl : 83] Jenisjenisbrowser yang sering digunakan adalah. 10 macam software yang digunakan untuk mengakses internet. 10 software untuk mengakses internet. Google chrome. Browser yang dipopulerkan oleh perusahaan raksasa google. Berfokus pada peningkatan kinerja aplikasi web. bacaan untuk mengerjakan soal 16-19!seorang anak laki-laki diizinkan oleh ibunya untuk memasukkan tangannya ke dalam sebuah toples. anak itu kemudian mengambil kacang yang ada didalamnya. anak laki-laki itu mengambil segenggam kacang. akibatnya ia tidak dapat menarik tangannya keluar. tidak rela untuk melepaskan sebiji kacang pun dari genggamannya 1 Nikmat yang terletak pada diri kita pribadi. Sang Pencipta memberikan kita mata dan telinga, tangan, dan kaki serta anggota tubuh lainnya. Kita mensyukurinya dengan menggunakan semuanya untuk kebaikan. Tidak boleh bagi kita untuk sombong seandainya diberikan wajah yang rupawan maupun cantik. AllahSWT berfirman dalam surat Ath-Talaq ayat 1 yang artinya: "Itulah hukum-hukum Allah dan barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Engkau tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah hal yang baru." Allah SWT adalah yang Maha Kaya. KunciJawabannya adalah: D. Gendang. Dilansir dari Ensiklopedia, Berikut ini adalah macam-macam bunyi pantul, kecualiberikut ini adalah macam-macam bunyi pantul, kecuali Gendang. ItulahPenjelasan dari Berikut ini adalah macam-macam bunyi pantul, kecuali? Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Berikut ini yang merupakan prinsip penyusunan RPP, kecuali? lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya. Apabila masih ada pertanyaan lain kalian juga bisa langsung ajukan lewat kotak komentar dibawah - Kunci Jawaban Post navigation i6Cohf. Syukur adalah bagian dari tingkatan yang ditapaki para kekasih Allah subhanahu wata’ala untuk sampai pada keridhaan-Nya. Karenanya, di dalam al-Quran banyak sekali ayat menjelaskan keutamaan syukur atas nikmat Allah. Di antaranya, kata syukur disandingkan dengan ingat kepada Allah subhanahu wata’ala. Surat al-Baqarah ayat 152 menyebutkan hal ini. فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” QS. Al-Baqarah 152 Tersebab begitu pentingnya pembahasan syukur tas nikmat Allah, akhirnya para ulama membuat pembahasan khusus tentang ini di banyak kitab mereka. Di antara ulama yang membahas bab syukur atas nikmat Allah dengan sangat sistematis adalah Imam Abu Hamid al-Ghazali rahimahullah. Dalam kitabnya yang sangat fenomenal, Ihya’ Ulumuddin 4/79-81, beliau menjelaskan bab syukur bahkan sampai 15 sub pembahasan. Ini bukti betapa serius dan urgennya pembahasan ini. Di antara pembahasan syukur dalam kitab Ihya’ Ulumuddin adalah ekspresi manusia dalam menampakkan nikmat Allah subhanahu wata’ala. Imam al-Ghazali di awal pembahasannya tentang hakikat syukur menyebutkan bahwa keadaan haal yang diekspresikan seseorang bisa mengungkapkan apakah syukurnya tersebut hakiki atau hanya sebuah kepalsuan belaka. Beliau lantas menerangkan definisi mengekspresikan syukur yang hakiki adalah sebagai berikut, الفَرَحُ بِالْمُنْعِمِ مَعَ هَيْئَةِ الْخُضُوْعِ وَالتَّوَاضُعِ “Eskpresi kebahagiaan terhadap sang pemberi nikmat dengan penuh ketundukan dan kerendahan diri.” Dari sini bisa dipahami bahwa ekspresi syukur yang benar bukanlah terhadap nikmat yang diberi akan tetapi karena siapa yang memberi. Sehingga dalam keterangan selanjutnya, masih dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, beliau berkata, أَنْ يَكُوْنَ فَرَحُكَ بِالْمُنْعِمِ لَابِالنِّعْمَةِ وَلَابِالْإِنْعَامِ “Kebahagiaanmu atas nikmat hendaknya karena sang pemberi nikmat bukan karena nikmat atau pemberiaan itu sendiri.” Imam al-Ghazali kemudian menjelaskan lebih detail terkait ekspresi kebahagiaan atas nikmat Allah. Beliau membagi manusia menjadi tiga tipe dalam mengekspresikan kebahagiaan ketika mendapatkan nikmat. Tiga tipe ini beliau ilustrasikan dengan seorang raja yang ingin mengadakan sebuah perjalanan, lantas raja tersebut menghadiahkan seekor kuda kepada seseorang dengan tujuan agar ia mau menemani perjalannya. Dalam mengekspresikan kebahagiaan mendapat kuda dari raja ini maka akan didapati tiga macam bentuk tipe manusia sebagai berikut. Pertama, Bahagia karena mendapat kuda. Orang tersebut bahagia mendapat kuda, ekspresi kebahagiaannya karena kuda adalah asset yang bisa dia manfaatkan, transportasi tunggangan yang sesuai dengan keinginan, gagah, dan mewah. Kebahagiaannya bukan karena yang memberi adalah seorang raja, tapi semata karena barang yang diberikan adalah kuda. Seandainya dia mendapat kuda tersebut di padang sahara sekali pun, dia akan tetap merasa berbahagia sebagaimana dia mendapat kuda dari raja tadi. Menurut imam al-Ghazali, tipe ekspresi kebahagiaan seperti ini tidak merepresentasikan makna syukur yang sebenarnya. Sebab kebahagiaan orang tersebut hanya terbatas pada barang yang diberikan, bukan karena siapa yang memberi, juga bukan karena tujuan dari pemberian itu. Setiap orang yang mengekspresikan kebahagiaan atas nikmat yang didapat hanya sebatas karena nikmat itu saja, maka yang seperti ini tidak mencerminkan rasa syukur. Demikian penegasan imam al-Ghazali. Kedua, Bahagia karena yang memberi dia kuda adalah Raja. Orang tersebut bahagia dengan pemberian itu. Namun bukan karena kudanya, tapi karena itu adalah pemberian seorang raja. Sehingga, dengan kuda itu dirinya bisa membantu sang raja, menemaninya, dan perhatian terhadapnya. Karenanya, seandainya dia mendapatkan kuda itu di padang sahara, atau orang yang memberi bukan seorang raja, maka sikapnya akan biasa saja. Sebab, pada dasarnya dirinya memang tidak membutuhkan kuda itu. Materi Khutbah Jumat 3 Nikmat Allah yang Sering Diabaikan Imam al-Ghazali mengkategorikan ekspresi kebahagiaan seperti ini termasuk bentuk bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala. Ini ditinjau dari kebahagiaan tersebut muncul karena sang pemberi, bukan sebatas karena apa yang diberi. Lanjut beliau, ini adalah ekspresi syukur orang-orang shalih, mereka menyembah Allah subhanahu wata’ala dan bersyukur pada-Nya. Takut akan siksa-Nya dan mengharap pahala dari-Nya. Ketiga, Bahagia karena memahami maksud Raja memberi dia kuda. Orang tersebut bahagia dengan pemberian kuda itu. Kemudian kuda itu ia gunakan dengan penuh tanggung jawab untuk berkhidmat kepada sang raja dan memikul beratnya perjalan menemani raja. Pengabdiaan tersebut ia tunjukkan untuk memperoleh kedekatan dengan sang raja, bahkan dengang penuh harap ia berusaha memperoleh kedudukan sebagai wazirnya perdana menteri. Namun maksud dari ini tidak semata hanya ingin menjadi wazir raja, tapi tujuan sebenarnya adalah untuk bisa dekat dengan raja. Sehingga, seandainya sang raja memberi pilihan kepadanya antara menjadi wazir tapi tidak dekat dengan raja, atau dekat dengan raja tapi tidak menjadi wazir, maka pilihan kedua pasti diambilnya. Sebab, kedekatan dengan raja itulah tujuan utamanya. Inilah kategori ekspresi syukur yang paling sempurna, tegas Imam al-Ghazali. Ekspresi kebahagiaan orang tersebut tumbuh atas nikmat Allah subhanahu wata’ala, bahwa nikmat itu adalah pemberian-Nya, wasilah yang mengantarkannya semakin dekat kepada Allah subhanahu wata’ala, berada disamping-Nya, dan bisa melihat wajah-Nya. Ekspresi bahagiannya bukan karena dunia. Dalam pandangannya, dunia hanyalah tempat menanam agar kelak bisa memanen di akhirat. Sehingga rasa sedih akan muncul ketika nikmat yang diberi justru melalaikannya dari mengingat Allah subhanahu wata’ala dan menghalanginya dari jalan-Nya. Inilah tiga tipe manusia dalam mengekspresikan nikmat Allah subhanahu wata’ala. Dari tiga kelompok ini, nomor dua dan tiga adalah kelompok orang-orang yang benar-benar bersyukur. Sedangkan nomor satu, bukanlah orang yang bersyukur. Keterangan imam al-Ghazali ini kemudian diakhiri dengan beliau mengutip statemen imam as-Syibli rahimahullah, الشُّكْرُ رُؤْيَةُ الْمُنْعِمِ لَا رُؤْيَةُ النِّعْمَةِ “Syukur adalah melihat siapa yang memberi, bukan melihat apa yang diberi.” Semoga Allah subhanahu wata’ala menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Wallahu A’lam. Muhammad Ridwan/ Baca juga artikel tentang Tadabur atau artikel menarik lainnya karya Ustadz Muhammad Ridwan, Artikel selanjutnya Akhlak Nubuwah 1 Sederhana Dan Bersahaja Soal dan Jawaban Ujian Akhir Semester Ganjil Satu Ilmu Kalam Kelas X MA A. Berilah tanda silang X pada huruf a, b, c, d atau e, pada jawaban yang paling benar 1. Kata aqidah berasal dari kata dasar bahasa arab al-aqdu jamak; al-aqaid secara etimologi memiliki beberapa arti berikut ini, kecuali.... A. Penerapan B. Penguatan C. Pengikatan D. Keyakinan E. Penetapan 2. Malaikat adalah makhluk Allah yang paling penurut. Berikut ini merupakan 4 sifat malaikat, kecuali..... A. Malaikat diciptakan oleh Allah dari cahaya B. Malaikat selalu mengingkari janji C. Malaikat memiliki kemampuan yang luar biasa. D. Malaikat selalu patuh dan taat kepada E. Malaikat ditugaskan Allah menyampaikan wahyu 3. Iman kepada qada dan qodar Allah, percaya dan yakin bahwa Allah telah menentukan segala sesuatu bagi makhluknya sesuai dengan fitrahnya yang sudah dijelaskan dalam … A. QS. al-Furqan ayat 1 B. QS. al-Furqan ayat 2 C. QS. al-Furqan ayat 3 D. QS. al-Furqan ayat 4 E. QS. al-Furqan ayat 5 4. Allah telah menurunkan Rasul dan Nabi-Nya dengan beberapa sifat. Salah satu sifat Rasul dan nabi Allah adalah fatonah yang memiliki arti.... A. Menyampaikan B. Dapat dipercaya C. Bijaksana D. Benar E. Adil 5. Dilihat dari segi obyek pembahasannya akidah membahas masalah dibawah ini,kecuali.... A. Membahas masalah Allah dari segi dzat B. Membahas masalah Allah dari segi sifat C. Membahas masalah Allah dari segi perbuatan D. Membahas masalah Allah dari segi ciptaannya E. Membahas masalah Allah dari segi perkataannya 6. Ke-Esaan Allah dalam beribadah kepada-Nya adalah dengan melaksanakan apa yang tergambar dalam firman-Nya... A. QS. al-An’ām 162 B. QS. al-Isrā';162 C. QS. al-Baqarah 162 D. QS. ali Imrān 162 E. QS. al Māidah 162 7. Pengertian syirik dilihat dari segi bahasa adalah .... A. Menyamakan B. Mempersekutukan D. Meniadakan E. Mengabulkan 8. Arti dari potongan redaksi QS. Luqman 13 ayat di bawah ini adalah… لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ A. Janganlah mensekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah syirik merupakan aniaya yang sangat besar B. Janganlah menyamakan manusia dengan mahluk lain karena manusia adalah makhlukyang paling sempirna C. Janganlah memberikan sesuatu yang tidak bias kamu berikan kepada orang lain D. Janganlah mengingkari janjimu baik kepada sesama manusia E. Janganlah membicarakan sesuatu yang belum tentu benar kebenarannya 9. Di antara contoh syirik besar .... A. Bersekutu dengan teman sebaya untuk memecahkan masalah B. Bersekutu dengan orang tua untuk belajar bersama C. Bersekutu dengan dukun beranak untuk membantu kelahiran D. Bersekutu dengan dukun untuk mencari pesugihan E. Bersekutu dengan buku agar bisa menjadi kutu buku 10. Pada pembahasan ini syirik besar dapat dibagi menjadi beberapa macam. kecuali .... A. Syirik dalam berdo’a B. Syirik niat, keinginan dan tujuan C. Syirik ketaatan D. Syirik mahabbah kecintaan E. Syirik kepada teman 11. Suatu sikap yang menyombongkan diri, sehingga tidak mengakui kekuasaan Allah di alam ini termasuk mengingkari nikmat Allah yang ada padanya. Hal ini merupakan salah satu akhlak tercela yang berkaitan dengan Allah yaitu.... A. Takabur B. Musyrik C. Murtad D. Munafik E. Riya 12. Berikut ini merupakan hikmah seseorang yang bertauhid kecuali..... A. Menumbuhkan sikap patriotisme B. Mengangkat derajat manusia menusia menjadi lebih tinggi C. Mendatangkan ketenangan jiwa D. menumbuh kan rasa dengki terhadap orang lain E. Menumbuhkan keyakinan bahwa rizqi itu datangnya dari Allah 13. Takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar-tawar lagi oleh manusia disebut takdir mubram. Dibawah ini merupakan Contoh dari takdir mubram adalah..... A. Manusia bercita-cita menjadi polisi berkat ketekunannya ia berhasi menjadi polisi B. Rita diciptakan oleh Allah berjenis kelamin perempuan C. Hamdan belajar mengemudi sehingga menjadi sopir yang baik D. Orang miskin berubah menjadi kaya atas kerja kerasnya E. Budi menjadi dokter karena tekun dan rajin belajar 14. Di bawah ini, manakah yang termasuk dalil larangan mempercayai dukun? A. B. C. D. E. 15. Hadis di atas menunjukkan dalil atas salah satu bentuk syirik, yakni.... A. Syirik kecil B. Riya C. Mencari pesugihan D. Mempercayai ahli nujum E. Menyekutukan Allah 16. Orang-orang yang kokoh dalam mempertahankan Akidah Islamnya antara lain, kecuali ..... A. Siti Masyithah B. Ashabul Kahfi C. Luqmanul Hakim D. Nabi Ibrahim E. Salman al-Farizi 17. Akibat bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, kecuali ..... A. Bersifat individualistis B. Tidak dapat membedakan yang halal dan yang haram C. Jaminan kehidupan dunia akhirat D. Tidak memiliki pedoman hidup yang benar E. Tidak memiliki keyakinan akan kehidupan akhirat 18. Seorang hamba akan merasa dekat dengan Allah, seakan-akan Allah berada disisinya, ia akan disayangi Allah, ia yakin bahwa selain Allah adalah kecil, sehingga menimbulkan jiwa pemberani, memilki komitmen tinggi terhadap kebenaran dan keadilan, memiliki ketenangan jiwa, kepribadian matang dan bersikap adil. Hal ini merupakan wujud dan hasil dari ..... A. Bertaqwa kepada Allah secara penuh menjadi jalinan spiritual seorang hamba dengan Sang Khaliq dalam berbagai keadaan. B. Berjuang di jalan Allah secara teguh menjadi jalinan spiritual seorang hamba dengan Sang Khaliq dimana saja dan kapan saja. C. Berjalan di jalan Allah secara baik menjadi jalinan spiritual seorang hamba dengan Sang Khaliq dimana saja dan kapan saja. D. Beramal karena Allah secara penuh menjadi jalinan spiritual seorang hamba dengan Sang Khaliq dimana saja dan kapan saja. E. Beriman kepada Allah secara istiqomah menjadi jalinan spiritual seorang hamba dengan Sang Kholiq dimana saja dan kapan saja. 19. Syirik secara etimologi berarti ..... A. Bercampurnya dua kepemilikan B. Adanya sesuatu yang dimiliki dua orang C. Menjadikan sekutu bagi Allah baik dalam rububiyahnya maupun uluhiyahnya D. Mempertimbangkan keinginan untuk mendapat pujian kepada selain Allah baik dalam perkataan maupun perbuatan E. Takut kepada Allah secara rahasia maupun terang-terangan 20. Secara tegas Allah Swt. melarang makhluknya untuk mempersekutukannya. Hal ini terdapat dalam A. QS. al-Baqarah 182 B. QS. Luqman 13 C. QS. al-Maidah 14 D. QS. al-Ghasyiyah 2 E. QS. al-Alaq 5 21. Hadis di atas menyebutkan bahwa barang siapa yang mempercayai perkataan tukang tenun maka dia dianggap........... A. Tukang Tenun juga B. Kafir C. Tukang Sihir D. Peramal E. Musyrik 22. Rasulullah Saw. bersabda barang siapa mendatangi tukang ramal/ dukun untuk menanyakan nasib kepadanya, maka dia tidak diterima taubatnya selama ..... A. Empat puluh hari B. Satu bulan C. Satu tahun D. Satu minggu E. Empat hari 23. Apabila seseorang mempercayai sepenuhnya dengan apa yang dikatakan oleh tukang peramal/dukun, maka Nabi menghukumi mereka seperti ..... A. Orang dholim B. Orang kafir C. Orang murtad D. Orang musyrik E. Orang munafik 24. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni segala dosa selain dosa syirik, hal demikian ini sesuai firman Allah didalam ..... A. QS. al-Māidah 72 B. QS. al-Baqarah 31 C. QS. an-Nisā’ 48 D. QS. ali Imrān 5 E. QS. al-Fatih ̣ah 3 25. Menurut sumber yang popular di kalangan ahli Ilmu Kalam bahwa munculnya perdebatan Ilmu Kalam adalah berawal dari ….. A. Persoalan ibadah B. Persoalan politik C. Persoalan memahami masalah-masalah ayat mutasyabihāt D. Masalah pribadi antar sahabat yang saling berbeda pendapat E. Persoalan masalah tafsir al-Qur’an 26. Di bawah ini adalah hal-hal yang biasa dibicarakan dan diperdebatkan dalam bahasan Ilmu Kalam, kecuali A. Siapa yang berhak menjadi khalifah B. Apakah Al-Qur’an itu qadim atau ḥadiṡ C. Apakah siksa kubur itu ada dan benar-benar terjadi D. Apakah manusia mungkin melihat Tuhan dengan indera mata E. Siapakah yang dikategorikan sebagai orang berdosa besar dan kafir 27. Salah satu faktor yang mendorong umat Islam menggunakan filsafat dalam memahami Ilmu Kalam adalah karena obyek dakwah… A. Mudah menerima dengan pendekatan filsafat B. Bisa lebih tenang C. Kaum awam yang banyak menggunakan perasaan hati dalam memahami agama D. Sulit ditaklukkan karena pengaruh adat yang sangat kuat E. Telah mengenal filsafat dan biasa menggunakan filsafat dalam memahami ajaran agama yang dianut sebelumnya 28. Berbicara masalah Ilmu Kalam adalah sangat dinamis dan salah satu pendapat menyebutkan bahwa Ilmu Kalam adalah perpaduan antara… A. Islam dan Hindu buktinya dijumpai ada konsep hulul mirip dengan konsep nirwana dalam hindu B. Islam dan Kristen dan keduanya sangat kuat pengaruhnya C. Islam dengan Filsafat namun nilai Islam lebih kuat dan menonjol D. Islam dengan Tasawuf lebih menonjol E. Islam dan Yahudi hanya nilai Islam lebih mendominasi 29. Termasuk fungsi Ilmu Kalam adalah, kecuali ….. A. Menolak akidah sesat B. Memperkuat akidah Islam C. Melemahkan akidah Islam D. Membela akidah Islam E. Menjelaskan akidah Islam 30. Pernyataan di bawah ini yang merupakan sifat kajian Ilmu Kalam yang bersifat internal adalah .... A. menselaraskan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum B. menjaga kaidah-kaidah agama dari serangan musuh-musuh Islam C. menjaga keuTuhan agama dan negara dari pertikaian politik D. memberikan bimbingan seruan kepada kaum mukmin agar keluar taklid dan mengembangkan pengetahuan dengan dalil yang kuat. E. mengembangkan ilmu filsafat dan agama secara bersamaan 31. Dalil-dalil yang dinukil atau diambil dari Al-Quran dan hadis, disebut dalil.. A. Aqlī B. Naqlī C. Qaṭ’ī D. Dhonni E. Majazi 32. Dalil-dalil yang menggunakan dan mengedepankan akal-pikiran dalam membahas Ilmu Kalam disebut ... A. Aqli B. Naqli C. Qoth’i D. Dhonni E. Majazi 33. Ta’rif di atas adalah pengertian ilmu kalam menurut … A. Musthofa Abdurroziq B. Al-Farabi C. Ibnu Khaldun D. Syekh Moh. Abduh E. Musthafa Kamal 34. Ta’rif di atas adalah pengertian ilmu kalam menurut … A. Musthofa Abdurroziq B. Al-Farabi C. Ibnu Khaldun D. Syekh Moh. Abduh E. Musthafa Kamal 35. Ilmu Kalam adalah ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional. Pernyataan tersebut adalah definisi Ilmu Kalam menurut … A. Musthofa Abdurroziq B. Al-Farabi C. Ibnu Khaldun D. Syekh Moh. Abduh E. Musthafa Kamal 36. Orang yang beriman mempunyai kemauan yang keras, kesabaran yang tinggi dan percaya yang teguh kepada Allah Swt. Ketika ia memutuskan untuk menjalankan perintahperintah-Nya untuk mendapatkan nikmat-Nya, maka yang dilakukan adalah .... A. Melakukan pendekatan untuk mendapat dukungan dan pertolongan dari siapapun yang penting berhasil B. Meminta dukungan dan pertolongan dengan cara-cara yang biasa dilakukan tanpa memperhatikan kaidah agamanya C. Tetap teguh dan yakin akan mendapat dukungan dan pertolongan Allah Swt. sebagai penguasa alam semesta D. Dukungan anggota keluarga itu lebih menentukan keberhasilan dari usaha yang dilakukan seseorang E. Memantapkan langkah sesuai dengan keinginan yang dikehendaki dengan tetap menjaga hubungan baik dengan sesama 37. Akidah Islam merupakan misi utama yang di bawa semua Rasul Allah. Dalam dakwah Nabi Saw. ketika di Makkah aspek penting akidah adalah…. A. Iman kepada Allah B. Iman kepada kitab Allah C. Iman kepada hari akhir D. Iman kepada Malaikat E. Iman kepada Nabi Muhammad Saw. 38. Pernyataan berikut merupakan makna tauhid dalam kehidupan, kecuali…. A. Membebaskan manusia dari belenggu dari kepercayaan palsu B. Semangat pembebasan diri C. Emansipasi harkat dan martabat manusia D. Allah adalah dzat yang wajib disembah E. Semangat meningkatkan kepercayaan diri 39. Berikut ini adalah sebutan lain dari ilmu kalam, kecuali….. A. Filsafat B. Ushuluddin C. Theolog D. Tauhid E. Akidah 40. Adanya ungkapan dalam Al-Quran yang mendorong penggunaan akal antara lain ... A. Tadabbur, Tafakkur, Taklid B. Tafakkur, tadabbur, taaqqul C. Taaqqul, Tadabbur, Idba D. Taklid, Tadabbur, Idba E. Tafakkur, Tadabbur, Taklid B. Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar ! 1. Deskripsikan penyimpangan akidah sebelum masa Nabi Saw. ! minimal4 2. Deskripsikan keadaan akidah masa Nabi Saw. ! 3. Deskripsikan keadaan akidah masa sahabat ! 4. Deskripsikan sejarah pertumbuhan Ilmu Kalam ! 5. Jelaskan faktor-faktor perkembangan Ilmu Kalam ! Kunci Jawaban Pilihan ganda 1. A 2. B 3. B 4. E 5. E 6. A 7. B 8. A 9. D 10. E 11. A 12. D 13. B 14. A 15. B 16. C 17. C 18. E 19. C 20. B 21. B 22. A 23. D 24. C 25. B 26. A 27. E 28. C 29. C 30. D 31. B 32. A 33. B 34. A 35. A 36. C 37. A 38. B 39. E 40. B Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin. Dalam artikel yang berjudul Sudahkah Anda Melakukan Tahadduts Bin Ni’mah? telah disebutkan bahwa menyebutkan nikmat Allah merupakan perintah Allah dan salah satu bentuk bersyukur kepada Allah Ta’ala. Dan sudah dijelaskan pula bahwa nikmat yang diperintahkan untuk disebutkan meliputi nikmat dunia maupun agama. Dengan demikian amal sholih termasuk salah satu kenikmatan yang diperintahkan untuk disebutkan juga, bahkan hakikatnya kenikmatan agama lebih besar daripada kenikmatan jika ada seorang muslim menyebutkan amal shalihnya kepada saudaranya, apakah ini dinilai sebagai perbuatan riya’ memamerkan amal shaleh atau ujub membanggakan amal shalih? Berikut keterangan para ulama rahimahumullahIbnul Qayyim rahimahullah berkata, “Perbedaan antara menyebutkan nikmat Allah tahadduts bin ni’mah dengan ujub merasa bangga dengan nikmat adalah orang yang menyebutkan suatu nikmat, berarti telah mengabarkan tentang sifat Dzat yang menganugerahkan nikmat tersebut, kedermawanan, dan perbuatan baik-Nya. Maka ia hakikatnya memuji Allah dengan menampakkan dan menyebutkan nikmat tersebut, bersyukur kepada-Nya dan menyebarkan kabar tentang seluruh anugerah-Nya. Jadi, maksudnya adalah menampakkan sifat-sifat Allah, memuji, menyanjung-Nya atas limpahan nikmat tersebut, mendorong diri untuk mencari nikmat itu dari-Nya,bukan dari selain-Nya, mendorong diri untuk mencintai dan mengharap-Nya, sehingga dengan demikian ia menjadi sosok hamba yang mengharap lagi tunduk mendekatkan diri kepada Allah dengan menampakkan, menyebarkan kabar tentang nikmat-Nya itu dan membicarakannya. Adapun membanggakan nikmat adalah menyombongkan diri di hadapan manusia, menampakkan kepada mereka bahwa ia lebih mulia dan lebih besar keutamaannya dari mereka, ia hendak menunggangi tengkuk baca merendahkan dan memperbudak hati mereka, serta memaksa mereka untuk menghormati dan melayaninya” Kitab Ar-Ruh, Ibnul Qoyyim, hal. 312.Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata, “Orang yang menyebutkan keta’atan amal shaleh dirinya,tidak terlepas dari dua keadaan Pendorongnya adalah ingin menyatakan dirinya suci dan menghitung-hitung amalnya di hadapan Rabbnya. Hal ini adalah perkara yang berbahaya, terkadang bisa merusak amalnya dan menggugurkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hamba-Nya dari menyatakan diri bersih suci, Dia berfirmanفَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ“Maka janganlah kalian mengatakan diri kalian suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” QS. An-Najm32.Kedua, pendorongnya adalah ingin menyebutkan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala tahadduts bin ni’mah, dan ia maksudkan hal itu sebagai wasilah agar dicontoh oleh orang-orang yang semisalnya. Ini merupakan tujuan yang terpuji karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu sebutkan” QS. Adh-Dhuha 11. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها إلى يوم القيامة“Barangsiapa di dalam agama Islam memberi contoh amal shalih maksudnya yang pertama dalam mengamalkan suatu amal shalih dan manusia mencontohnya, maka dia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sampai hari Kiamat” Nur alad Darb 30/12. Kesimpulan Catatan Kesimpulan Jika seorang hamba menyebutkan nikmat Allah termasuk di dalamnya nikmat amal sholeh sesuai dengan yang disyari’atkan,lalu manusia memujinya sehingga ia terkesan/senang dengan pujian tersebut,namun dalam hatinya tidak ada keinginan riya`memperlihatkan ibadah agar dipuji manusia dan sum’ah memperdengarkan suara dalam beribadah agar dipuji manusia,maka itu termasuk kabar gembira yang disegerakan bagi seorang yang dinamakan kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin bentuknya adalah seorang mukmin melakukan amal shalih dengan mengharap pahala Allah ikhlas lalu Allah jadikan manusia mengetahui, menyenangi dan memujinya, tanpa ada niat sengaja memamerkan amal shalihnya dan tanpa ada niat sengaja mencari pujian manusia, lalu ia senang dan terkesan dengan pujian Abi Dzar –radhiallahu anhu– berkata,‏ ‏‏قيل‏‏ يا رسول الله، أرأيت الرجل يعمل العمل من الخير، ويحمَده – أو يحبه – الناس عليه‏؟‏ قال‏‏ تلك عاجل بشرى المؤمن‏‏ رواه مسلم‏.‏“Ada yang berkata, Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan Anda seseorang yang beramal dengan suatu amal kebaikan, lalu manusia memujinya atau mencintainya? Beliau bersabda Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin” Diriwayatkan oleh Imam Perlu diketahui, bahwa orang yang menyebutkan nikmat Allah tahadduts bin ni’mah dengan tanpa ada niat riya` dan sum’ah, maka bukanlah termasuk kedalam kategori “sikap sengaja menampakkan jenis yang tercela”, bahkan hal itu termasuk “sikap menampakkan jenis yang terpuji”, asal sesuai dengan yang A’lam.Diolah dari dan —Penulis Ust. Sa’id Abu UkkasyahArtikel

berikut ini adalah macam macam nikmat allah kecuali